Dari Kusen Jendela

Wednesday, April 9, 2014

Denus House oleh James Gurney. 2013.

Siluet matahari yang jatuh
dari kusen jendela
pada derajat 130
membuatku diperlihatkan
bahwa mata dan garis rahangnya
seperti milik Chairil Anwar,


hitam menyala kekusutan

pupilnya membesar
menerjang kabut terpekat
mata yang berani hidup.
rahang cekung tipis berkedut
deru campur debu
rahang yang bersuara
melawan kebusukan, bertarung.

tanpa hiruk pikuk tembakau
dan bau perempuan
dirinya hanya berbeda, 
binatang jalang telah tiada.

Kembali dari kusen jendela
matahari menyilaukan
mata dan garis rahangnya
yang seperti milik Chairil Anwar.
di mana jalangmu terbenam?

Ada yang menjawab
dari kusen jendela.
Si matahari
dengan enggan menggeser
malam, penanda waktu
tentang gelora yang mengais.
Aku terbesit untuk terbenam.

0 comments:

Post a Comment