Showing posts with label berupa. Show all posts
Showing posts with label berupa. Show all posts

100% Menggambar dan Merdeka

Friday, July 12, 2013


Semiotiknya Yayak telanjang, murah meriah, tidak perlu bayar kurator yang mahal-mahal untuk membacanya. –Chandra Johan

Kapan terakhir melihat di pinggir jalan seorang pengemis menengadahkan tangannya dan dengan sekian kali berkata tertatih sambil memasang mimik lirih, “bu…belum makan”. Kapan terakhir memuji sebuah foto berdasar angle atau pencahayaan yang menyajikan deretan rumah reyot di pinggir kali, beserta sisa cucian piring dibasuh dengan air kali yang bau?  Mengenai keberadaan rakyat kecil di lembar keseharian, masihkah kita mengambil aksi karena mereka menyentuh secara nurani?

Ketika Mei lalu saya berkunjung ke pameran Gambar Sebagai Senjata Rakyat Berjiwa Merdeka (oke, betapa tajuk yang lugas dan tegas) semua karyanya eksplosif geram. Sekelumit realita bangsa ditampilkan pada puluhan kanvas yang dicetak grafis. Kuping-kuping setan banyak disematkan pada sejumlah tokoh, pedang berlumuran darah, lanskap khatulistiwa yang dinodai tangan-tangan kapitalis, dan semburan kata berpersonifikasi acung kepal tangan seperti: ‘bakar’, ‘mars pasukan’, dan ‘siap melawan’.

Menantang Street Art, Menantang Ruang

Monday, June 24, 2013


Sekilas adalah rumah besar bergaya kontemporer yang menjadi basis dari sebuah collective artist di bilangan Cimanggis, Cibubur. Namun, jika anda melangkah ke ruang galeri, terlihat ruangan yang dindingnya tercoreng warna-warni dan menyerukan suara-suara jalan.

Kini, galeri Roemah 9a bukan lagi wujudnya yang biasa. Seluruh dindingnya, sampai ke langit-langit, dengan penjamahan berbagai jengkal yang bisa dijadikan medium, habis terpakai untuk menjamu berbagai rupa Street Art ditambah semburan slogan kata-kata subversif seperti, ‘tetap masih bisa tertawa walau ditipu negara’ yang banyak membuat titik henti pandangan.

Pameran Street Art Menantang Ruang adalah sebuah tema yang dipilih oleh komunitas Roemah 9a. Pameran yang dibuka secara resmi tanggal 27 April 2013 ini menampilkan sekitar dua puluh street artist yang telah biasa memarkah ruang publik. Antara lain Bujangan Urban, Andi Rharahrha, Here Here, Koma, juga The Yellow Dino beserta lainnya yang berasal dari Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Tangerang, sampai Garut. Tidak tanggung-tanggung, mereka diizinkan untuk memarkah langsung ruang galeri.

“Kita memang sudah memikirkan hal ini dari awal. Esensi street art sendiri adalah kejelian mereka dalam menindak dan menyiasati ruang demi menciptakan medium karya rupa. Oleh karena itu, kami pun sebagai pihak penyelenggara juga bertindak radikal, yaitu menjadikan dinding galleri sebagai kanvas mereka.